Pada polisi, Stewart mengaku bisa bergaul akrab dengan para murid mengingat ia sendiri masih berusia muda. Dia membuat profil di Facebook di mana dia menyebut diri sebagai Mr E Man.
Dari situ, dia melancarkan aksi rayuan. Selain situs jejaring, tersangka juga memakai e-mail untuk menjerat korban. Misalnya, ia mengirim email yang berisi pesan rayuan ‘Kamu sungguh mengagumkan’.
Meski telah berulangkali diperingatkan, dia tetap nekat melakukan aksinya sampai menjurus tindakan tidak senonoh. Dia pun ditangkap dan dijatuhi hukuman 33 bulan penjara.
Stewart rupanya merupakan perayu yang ulung sehingga para murid jadi klepek-klepek. Seperti pengakuan salah satu murid yang jadi korban. Ia merasa diperlakukan istimewa oleh tersangka sehingga akhirnya mau menyerahkan miliknya yang paling berharga.
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: intim, facebook, senonoh
ayh bahayaa bnerr..
anak2 sekolah umumnya emank blom stabil pengetahuanny.. bnyak niih guru kya bgini bner2 harus dijerain..